PANDUAN BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN METODE ALAMI

Banyak orang menganggap bahasa Inggris itu sulit karena harus menghafal banyak rumus atau pola kalimat.

Padahal, secara garis besar pola kalimat bahasa Inggris hanya terbagi menjadi 2, yakni:

  1. Kalimat dengan kata kerja (verbal), dan 
  2. Kalimat tanpa kata kerja (non-verbal).

Nah, di program ini, kita akan pelajari keduanya bukan dengan menghafal atau mengerjakan soal-soal, 

Tetapi dengan berlatih menggunakan video latihan khusus, yang bisa membantu anak; 

  1. Bukan hanya jadi tahu pola kalimatnya,
  2. Tapi juga tahu cara baca tulis kalimatnya,
  3. Tahu banyak kosakata baru (vocabulary),
  4. Meningkatkan skill mendengar (listening),
  5. Meningkatkan refleks berbicara (speaking),
  6. Bisa melatih pelafalan kalimat (pronunciation),
  7. Sekaligus melatih kepercayaan diri (self confidence).

Sehingga, dengan terlatihnya ketujuh hal tersebut secara bersamaan, 

Tentu perkembangan anak bisa 7X lebih cepat dan efektif, tanpa melatihnya satu-per-satu.

CARA PENGGUNAAN VIDEO LATIHANNYA

Waktu kita kecil, kita belajar bicara dengan menirukan dulu apa yang kita dengar, baru setelah itu kita mulai bisa menyusun kalimat kita sendiri. 

Begitupun di program ini, setiap video latihan di program ini bisa digunakan dalam 2 tahap:

Tahap 1 - Meniru Kalimat Bahasa Inggris

Cara latihannya: 

  1. Setelah kalimat bahasa Inggrisnya dibacakan, pause/jeda videonya 
  2. Saat jeda, coba tiru dan ucapkan kalimatnya dengan lantang
  3. Lanjut videonya, dan terus ulangi untuk kalimat berikutnya

Pada tahap ini, meskipun fokus utamanya adalah untuk mengenali kosakata, pelafalan, dan pola kalimat yang ada di videonya,

Secara bersamaan, sebenarnya anak juga telah melatih pendengaran, refleks berbicara, kepercayaan diri, sekaligus mengenali cara penulisannya.

Tahap 2 - Menyusun Kalimat Bahasa Inggris

Cara latihannya: 

  1. Saat kalimat bahasa Indonesianya dibacakan, pause/jeda videonya
  2. Saat jeda berlangsung, coba susun kalimat bahasa Inggrisnya di kepala
  3. Lanjut videonya, dan lihat apakah kalimat yang disusun sudah sesuai dengan videonya.

Tahap ini lebih menantang karena anak mulai berlatih membentuk kalimat sendiri, dan bukan hanya sekedar meniru dari videonya.

Sehingga dengan begitu, selain pendengaran, pelafalan, kepercayaan diri, dan kemampuan membaca anak jadi meningkat, 

Refleks berbicaranya juga bisa berkembang pesat, karena anak akan mulai terbiasa menyusun kalimat dengan tepat, menggunakan kosakata dan pola yang sudah dikenali sebelumnya.

Cara Memadukan Latihan Tahap 1 dan Tahap 2

Variasi penggunaan kedua tahap tersebut bisa Anda sesuaikan sendiri sesuai waktu, kemampuan, dan kondisi anak Anda.

  • Bisa 1 kali latihan dengan tahap 1 dan 1 kali dengan tahap 2,
  • Bisa 2 kali latihan dengan tahap 1 dan 1 kali dengan tahap 2, 
  • atau bisa juga 1 kali dengan tahap 1 dan 2 kali dengan tahap 2, dsb.

Yang terpenting, jangan melewatkan salah satu tahapannya (terutama tahap 2),

Karena kedua tahap tersebut punya perannya masing-masing, tahap 1 untuk pengenalan, dan tahap 2 untuk penerapannya. 

Jadi, jika diibaratkan:

  • Tahap 1 seperti latihan main bola, tahap 2 seperti bertanding sungguhan.
  • Tahap 1 seperti membaca resep masakan, tahap 2 seperti memulai proses masak.
  • Tahap 1 seperti berlatih mengemudi di lapangan, tahap 2 seperti berlatih di jalan sepi, dsb.

Sehingga, dengan memadukan 2 tahap latihan bahasa Inggris ini, anak akan benar-benar siap saat menghadapi situasi nyata yang membutuhkan penggunaan bahasa Inggris sehari-hari. 

TIPS PENTING SAAT MENJALANKAN LATIHANNYA

(Klik untuk penjelasannya)

Sering kali, anak yang bermasalah saat belajar bukan karena pelajarannya yang terlalu sulit,

Tapi karena mereka belum tahu mengapa pelajaran itu penting untuknya.

Itulah mengapa, penting sekali untuk membangun minat dan motivasi anak di awal, agar anak jadi lebih fokus dan mau belajar tanpa harus dipaksa.

  • Bisa dengan menghubungkan pentingnya bahasa Inggris dengan cita-citanya,
  • Memberikan reward atau hadiah kecil setelah anak mencapai target tertentu,
  • Atau yang paling murah dan mudah, adalah dengan memberikan pujian sederhana setiap anak mau belajar/berlatih.

Karena dengan begitu, anak akan mengenali bahwa “Kalo aku belajar, orang tuaku akan bangga dan lebih sayang padaku”,

Dan itulah yang akan menjadi minat dan motivasi alami mereka untuk terus belajar.

Dalam buku Atomic Habits, dijelaskan bahwa perubahan besar berasal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, bukan dari usaha besar yang hanya dilakukan sesekali.

Itulah mengapa, lebih baik membiasakan anak berlatih 10 menit setiap hari daripada belajar berjam-jam tetapi hanya sekali seminggu,

Karena durasi yang singkat juga bisa membuat anak lebih mudah memulai, tidak cepat lelah, dan lebih mudah menjadikan belajar sebagai kebiasaan.

Fokus pada membangun kebiasaan belajar yang bertahan lama, dan jangan hanya mengejar hasil sesaat. 

Karena jika kebiasaan sudah terbentuk, maka menambah durasi belajar akan jauh lebih mudah nantinya.

Salah satu tantangan terbesar dalam belajar bahasa Inggris adalah melafalkan kata dan kalimat dengan benar.

Saat berbicara, puluhan otot di bibir, lidah, rahang, pipi, dan pita suara bekerja bersama untuk menghasilkan bunyi.

Itulah mengapa, semakin sering anak mengucapkan kalimat dengan suara yang jelas dan lantang,

Semakin terbiasa otot-otot tersebut membentuk pelafalan bahasa Inggris yang benar.

Di setiap halaman latihan, sudah terdapat penjelasan singkat mengenai pola yang akan dilatih.

  • Penjelasan tersebut tidak perlu dihafal, dan
  • Cukup dibaca sekilas untuk memahami gambaran umumnya.

Fokuslah untuk menjalankan latihannya, karena kemampuan berbahasa tidak dibangun dari banyak membaca teori,

Tetapi dari sering mendengar, mengucapkan, membaca, dan menggunakan pola yang sama secara berulang.

Semakin sering anak melihat dan menggunakan pola tersebut, semakin mudah mereka memahami cara kerja bahasa Inggris secara alami.

Tidak ada orang yang langsung bisa berbahasa Inggris tanpa pernah salah.

Justru setiap kesalahan adalah tanda bahwa anak sedang belajar dan berkembang.

Sebaliknya, jika anak selalu takut salah, ia akan tetap berada di zona nyaman yang membuat kemampuannya sulit berkembang.

Dan kabar baiknya, saat berlatih dengan video, anak tidak perlu malu atau takut dinilai siapa pun.

Anak bisa mencoba berbagai cara mengucapkan kalimat, dan berlatih dengan lebih tenang dan percaya diri.

PERTANYAAN DAN JAWABAN (QNA)

(Klik untuk jawabannya)

Sebaiknya jangan. Urutan latihan sudah dirancang bertahap — dari yang sederhana hingga kompleks. 

Jika dilompati, anak Anda mungkin merasa bingung atau kehilangan dasar yang penting untuk latihan berikutnya.

Kemampuan berkembang ditandai dengan makin cepatnya anak meniru dan menyusun kalimat tanpa banyak berpikir.

Perhatikan apakah anak bisa merespons lebih spontan, memahami koreksi dengan lebih cepat, dan mulai berani berbicara tanpa menunggu kata yang ‘sempurna’.

Setelah semuanya selesai, berikut 3 latihan yang bisa dijalankan dari rumah agar perkembangan anak bisa terus berlanjut:

  1. Melatih pendengaran (listening) menggunakan konten berbahasa Inggris sesuai minat anak, bisa film, video, podcast, musik, dsb.
  2. Berlatih menerjemahkan apa pun yang berbahasa Indonesia ke bahasa Inggris dengan bantuan AI atau google translate, untuk melatih refleks berpikir.
  3. Mulai menggunakan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari, dari kalimat sederhana seperti good morning dan thank you, hingga ke kalimat yang cukup panjang.

Ketiga latihan ini sebenarnya juga bisa dijalankan tanpa harus semua latihannya selesai, agar bisa menjadi selingan saat berlatih dengan videonya.

copyright © atsenglish.com